Pulau Lombok

NCW dan ITK kompak minta Ketua PMI Lobar copot Kepala UDD

GETNEWS – Ketua NCW NTB Fathurrahman mengatakan sampai saat ini masih menjadi pertanyaan Publik terkait kasus pembobolan brangkas PMI Lombok Barat, karena belum ada kejelasannya, banyak kejanggalan dalam kasus tersebut yang belum terungkap dengan jelas dalam proses penetapan tersangkanya.

Fatah menduga kasus pembobol brangkas PMI itu diduga kuat melibatkan orang dalam PMI sendiri yang juga harus diungkap oleh Polisi, terkait hal tersebut polisi juga harus mendalami kasusnya.

“Kok bisanya uang sebesar itu disimpan di berangkas PMI selama 3 bulan, tidak disetorkan ke rekening PMI, ini ada apa perlu dipertanyakan juga” Ujar Fatah Koordinator wilayah ITK NTB.

Sementara salah satu koordinaror aksi Achmad Sahib dalam orasinya meminta Ketua PMI Kabupaten Lombok Barat untuk memberhentikan Kepala UDD Lombok Barat, hal tersebut bukan tanpa alasan, pembobolan tersebut dikarenakan lemah dan lalainya pengawasan dari kepala yang telah membiarkan bendahara menyimpan uang ratusan juta di kantor dan di rumahnya tanpa berita acara.

Ditegaskannya bahwa PMI adalah Organisasi Kemanusiaan bukan Organisasi Politik, jadi terhadap PMI janganlah disamakan dengan Kedudukan Politik.

“Jangan jadikan PMI sebagai jembatan kepentingan politik, jangan mainkan tanggung jawab kemanusian yang dipercayakan PMI sebagai sesuatu yang enteng. Bahkan jika lalai dalam pengawasan terhadap UDD yang berada dibawah naungan PMI, saya justru berharap sebarkan Fauzan Halid mundur saja,” Tegasnya.

Kepada Aparat penegak Hukum, sahib juga meminta agar kasus ini diusut tuntas, “Jangan abaikan persoalan ini karena menyangkut harkat kemanusiaan dan kepentingan orang banyak,” katanya.

salah seorang koordinator aksi Achmad Sahib berorasi didepan Lantor PMI Lombok Barat

Dia meminta agar dilakukan uji petik terhadap Kapasitas Brankas yang merupakan barang bukti yang hingga hari ini belum jelas dimana keberadaannya.

“Jika apa yang saya sampaikan ini terbukti, maka jelas bukan pelaku pencurian Brankas saja yang dipidana, tetapi siapa lagi kalau bukan oknum yang menyalah gunakan wewenang sebagai penanggung jawab UDD dan PMI,” ungkap Sahib.

“Kami minta ketua PMI Lombok Barat pecat kepala UDD Lobar sebagai bentuk tindakan tegasnya, karena lalai dari tanggung jawab.” Pungkasnya.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Back to top button