GET MORE

Bang Zul, Rhoma, Eva dari Ceko dan The Wise Racer

GETNEWS – “Namanya Eva dari Ceko. Sosok penting dibalik terselenggaranya WSBK kali ini. Eva mengajak saya berkeliling melihat Balapan 1 ATC ini dari dekat. Anda saya ajak berkeliling dan melihat balapan ini dari dekat dan langsung berinteraksi dgn pembalap agar Anda paham dan ikut merasakan kenapa kami mencintai dan begitu menggandrungi balapan ini.. Luar biasa ! Kalah pacuan kuda ini sensasinya 😀.”

Kalimat diatas adalah kutipan status Gubernur Nusa Tenggara Barat DR Zulkieflimansyah yang akrab disapa Bang Zul di akun Facebook-nya @BangZulZulkieflimansyah, jumat (19/11/21) saat menyaksikan ajang balap bergengsi bertajuk World Superbike yang akrab di singkat WSBK di sebuah wilayah di Lombok Tengah disebuah pantai paling eksotis yang bernama Mandalika.

Setiap status yang diposting pria kelahiran Sumbawa ini selalu menarik untuk sekedar dibaca atau disimak (kalau ente termasuk kategori mahasiswa medsos-hehe) selain bahasanya yang berbobot kadang terlalu berbobot apalagi saat menghadapi counter attack dari para ‘lawan’ nya, namun seringkali juga statusnya, sedikit jenaka. Walau jenaka Bang Zul yang gagah ini tetap menitipkan pesan-pesan yang mengajak para follower-nya untuk menghargai setiap ide, gagasan, masukan maupun kritik dari siapapun. Baik dari orang terkenal sekelas pejabat negeri atau dari orang biasa yang biasa biasa saja atau dari orang biasa yang tak biasa.

Sebelumnya, Bang Zul sempat memposting foto legenda dangdut Indonesia H Rhoma Irama dengan sebuah kalimat yang tertera di fotonya bertuliskan : Assalamualaikum. Entah apa maksud postingan tersebut atau memang Gubernur yang penggemar berat olahraga berkuda ini memang sekedar mau bilang ; Assalamualaikum pada warga nya, walau (harus) dengan bantuan Bang H Rhoma Irama.

Mungkin saja Bang Zul ingin membuka lagi kenangan masa lalu warga NTB, khususnya penggemar Dangdut atau Bang Zul (siapa tau) adalah idola berat Bang H Rhoma atau; foto Bang Haji sengaja dipasang diharapkan bisa membuat warga NTB tersenyum seperti senyumnya Bang Haji, tetap tersenyum walau dalam keadaan susah sekalipun. Dan sekali lagi mungkin, mungkin nih, Bang Zul sedang belajar tersenyum ala Bang Rhoma. Untuk warganya. Untuk persiapan nyalon lagi di Pilkada NTB untuk periode ke-2 nya (who knows?).

Beragam reaksi follower nya, tentu saja, langsung bereaksi, dari follower yang fans berat atau follower yang pokoknya follow karena Bang Zul adalah seorang gubernur atau follow karena hanya melalui akun media sosial itulah para follower ini bisa langsung berinteraksi dengan Bang Zul Sang Gubernur.

Kapan lagi kan bisa diskusi atau lebih banyaknya ber-curhat-ria dengan Sang Gubernur, bahas got yang mampet atau sampah milik tetangga yang tiba-tiba kemping di depan rumah. (Walau itu bukanlah porsinya untuk diurus).

Alhasil, beragam bentuk komentar pun akan datang silih berganti berdering di smartphone Bang Zul. Yang tentunya mau tidak mau hal tersebut membuat ‘sedikit gangguan’ dengan nada dering atau nada getar di kantong celananya.

Entah Bang Zul sedang sibuk mendampingi tamu penting atau mungkin sedang in de hooy (baca: santai bin rileks nan romantis) bersama keluarga. Tapi, Sang Gubernur selalu ikhlas meladeni setiap ‘gangguan’ tersebut, apalagi, semua ‘gangguan’ tersebut sudah beliau ‘legal’-kan dengan mengeluarkan surat perintah kepada seluruh Kepala Organisasi Perangkat daerah (OPD) agar aktif bermedsos.

Surat edaran berklasifikasi sangat penting itu bertujuan meningkakan pelayanan Aparatur Negara terhadap permasalahan-permasalahan yang dihadapi dan berkembang di tengah masyarakat dapat diatasi dengan cepat, tepat dan tuntas.

Untuk maksud tersebut Gubernur Zul meminta perhatian OPD terhadap 6 hal: 

  1. Seluruh pejabat eselon II dan III pada seluruh perangkat daerah secara aktif bermedia sosial pada platform, Faebook, Instagram dan Twitter.
  2. Setiap perangkat daerah mempublikasikan akun media social (official) seluruh pejabat eselon II dan III pada media publikasi yang dimiliki.
  3. Memberikan tanggapan/respond dan langkah-langkah yang memadai terhadap keluhan dan permasalahan yang disampaikan masyarakat pada akun media sosial masing-masing.
  4. Melakukan sinergitas lintas sektor dalam memberikan solusi dan tindak lanjut permasalahan yang diadukan/disampaikan masyarakat.
  5. Melakukan pemantauan dan pengawasan secara terus menerus terhadap aktifitas media sosial pada jajaran masing-masing.
  6. Melaporkan secara berkala kepada Gubernur dan Wakil Gubernur Nusa Tenggara Barat melalui Dinas Komunikasi Informasi dan Statistil (Kominfotik) Provinsi Nusa Tenggara Barat seluruh tindak lanjut yang telah dilakukan.

Kembali ke status Bang Zul di atas,

Bang Zul : Namanya Eva dari Ceko, saya sedang berkeliling melihat Balapan 1 ATC.

Eva bilang ; Anda saya ajak berkeliling dan melihat balapan ini dari dekat dan langsung berinteraksi dgn pembalap agar Anda paham dan ikut merasakan kenapa kami mencintai dan begitu menggandrungi balapan ini..

Bang Zul : Luar biasa ! Kalah pacuan kuda ini sensasinya 😀.”

Status tersebut memperlihatkan kepada kita betapa Gubernur NTB ini sangat komunikatif dan aktif, sedikit gesit tapi tidak terlalu massive pokoknya kreatif dan penuh inisiatif.

Dia mudah diajak berdiskusi dengan siapapun, sesuatu yang dibutuhkan oleh seorang pemimpin agar selalu kapanpun dimanapun melatih, mata dan telinganya agar bisa peka, bisa menyerap semua hal terutama terkait warganya. Agar saat dibutuhkan, dia bisa memberikan saran ataupun solusi sebelum akhirnya memutuskan sebuah keputusan ataupun kebijakan. Pada Eva dari Ceko, ia tak malu untuk belajar.

Tak hanya Eva dari Ceko, Bang Zul juga tampak akrab berdialog dengan salah seorang pembalap asal Inggris yang badannya penuh ‘Tattoo bijak’ yang sempat Viral dengan aksi sosial dan kemurahan hatinya pada salah seorang anak penjual gelang di Pantai Kuta.

Kata Bang Zul di statusnya yang lain ;

Bersama Scott Redding pembalap Dunia yg sangat menikmati Sirkuit Mandalika ini..Di badannya ada tattoo penuh pesan dan makna,

Semua kita pasti akan mati,
Tapi tak semua kita bisa memberi arti pada hidup.
.

Wow !

Sang Gubernur terpesona. Ya, ia terpesona bukan karena Tatto si pembalap, ia terpesona tak hanya ke kedalaman makna kalimat tatto tersebut. Bang Zul terpesona lebih kepada sang pemilik tattoo. Mungkin dalam benak sang Gubernur, makna kalimat Wow! yang tersirat dari statusnya itu sedang berkata padanya; Don’t judge the book by it’s cover. Karena kita bisa belajar dari siapapun.

Dan disana, kembali Sang Gubernur belajar. Belajar pada si Wise Racer Scott Redding.

Akhir kata, jadi, sebagai follower Bang Zul, nikmatilah kebersamaan dengan beliau ini, disaat yang lain suka marah-marah kalau di komen-in apalagi di curhat-in terlebih lagi kalo di komplain-in. Bisa-bisa seluruh akun sohib-sohib kentalnya para pendukung fanatiknya langsung akan mengutuk mengecam bahkan mengancam.

Tapi kita jangan juga berlebihan. Keterbukaan dalam berdiskusi melalui media sosial bukanlah drama moralitas tentang yang ”baik” dan yang ”tak baik”, “yang perhatian” atau “yang tak perhatian”. Semuanya tetap sebuah strategi, dan tiap strategi bisa keliru. Jika ada yang tak keliru, itu adalah keberanian untuk berkata ”tidak” kepada yang tak mau menerima kritik tapi punya kuasa untuk membungkam.

Hero/Foto : FB @BangZulZulkieflimansyah

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button