Pulau Sumbawa

Semarak pesta rakyat di HUT KSB 18, bangkitkan ekonomi masyarakat di masa Pandemi

GETNEWS – Kemeriahan hari ulang tahun Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) serasa berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya.

Diusianya yang ke-18 KSB mengelar acara ulang tahun dengan sederhana. Beberapa event besar yang diagendakan dan rencananya dihadiri oleh sejumlah Menteri batal digelar.

Barapan kebo tradisi masyarakat Suku Samawa yang sampai saat ini masih tetap dilestarikan terus menjadi primadona di tengah masyarakat. Pun diulang tahun KSB kali ini Barapan Kebo kembali digelar, kali ini dilaksanakan di Desa Tapir Kecamatan Seteluk, Minggu (21/11/21).

Para pemilik dan penggemar Barapan Kebo datang membawa ratusan pasang kerbau memadati area barapan menjadi berkah tersendiri bagi pedagang yang menjajakan dan berjualan di area barapan.

Hal tersebut disambut baik oleh panitia penyelengara barapan kebo, kehadiran event yang merupakan tradisi leluhur tau tana samawa (Orang Asli Sumbawa-red) tidak hanya menjadi hiburan bagi masyarakat setempat, tapi juga bisa membantu membangkitkan kembali ekonomi masyarakat terutama di tengah pandemi covid 19.

para pedagang yang berjualan di lokasi acara pesta rakyat Barapan Kebo HUT KEB ke-18 di Desa Tapir Kec. Seteluk

Sementara itu Camat Seteluk, Agusman S.Pt., yang juga menjadi ketua panitia barapan kebo mengungkapkan, bahwa barapan kebo di Desa Tapir merupakan rangkaian semarak hari lahir kabupaten sumbawa barat yang ke 18.

“Kami berharap dengan adanya kegiatan tersebut bukan hanya upaya bersama pemerintah untuk terus melestarikan budaya tau tana samawa bahkan bisa berdampak lansung terhadap pemulihan ekonomi masyarakat setempat terutama pedangang ditengah pandemi saat ini,” ungkapnya.

Dia juga berharap masyarakat dan pedangang bisa mengambil peran pada acara-acara seperti ini.

“Para peserta dan penonton barapan yang ramai datang menyaksikan dan herlomba, tentu akan sangat membutukhan kehadiran pedagang yang hadir dilokasi barapan untuk sekedar membeli cemilan, air minum, nasi dan kopi atau panganan khas yang dijajaki sembari menunggu waktu kerbau beradu kecepatan dan ketepatan menabrak saka.” pungkasnya.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Back to top button