Nusa Tenggara Barat

Prof. Husni: Lulusan Universitas Mataram Harus Mampu Bersaing

GETNEWS – Universitas Mataram (Unram) kembali menggelar wisuda periode Desember tahun akademik 2020/2021 yang dilaksanakan secara langsung (offline/luring) namun tanpa ada pendamping karena masih dalam kondisi pandemi.

Pada wisuda kali ini, UNRAM meluluskan 966 orang wisudawan yang terdiri dari 2 (dua) orang Doktor (S-3), 49 orang Magister (S-2), 865 orang Sarjana (S1), 16 orang Ahli Madya (D-3) dan 34 orang Profesi. Dari 966 orang wisudawan tersebut, sebanyak 151 orang berasal dari Faklutas Ekonomi, 106 orang dari Fakultas Pertanian, 84 orang dari Fakultas Peternakan,116 orang dari Fakultas Hukum, 240 dari Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, 57 dari Fakultas Teknik, 32 orang dari Fakultas MIPA, 42 dari Fakultas Kedokteran, 43 orang dari Fakultas Teknologi Pertanian dan Agroindustri, 44 orang dari Program Studi di bawah Rektor.

Dari 865 orang wisudawan/wisudawati Program Sarjana, 89,21% memperoleh predikat sangat memuaskan, 9,16% memperoleh predikat memuaskan.

Sementara itu, 49 orang Magister (S-2), 2% memperoleh predaikat Cum Laude, 86,27% sangat memuaskan, dan 11,76% memuaskan. Adapun 2 orang lulusan Doktor mendapat predikat sangat memuaskan.

Rektor Universitas Mataram, Prof. Dr. H. Lalu Husni, S.H. M.Hum., mengatakan, bahwa wisuda periode Desember ini digelar secara langsung namun karena mempertimbangkan kondisi pandemi yang berangsur membaik. Tetapi, para wisudawan/wisudawati belum bisa didampingi oleh orang tua dan keluarga karena harus tetap memprioritaskan kesehatan dan keselamatan warga kampus (mahasiswa, dosen, tenaga kependidikan) serta masyarakat sekitarnya, sehingga kegiatan tatap muka harus tetap dilakukan secara terbatas dengan tetap menerapkan protokol kesehatan secara ketat.

“Untuk itu, atas nama pimpinan Universitas Mataram, kami menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya kepada para orang tua dan keluarga para wisudawan/wisudawati yang tidak bisa mendampingi putra putrinya secara langsung pada hari yang sangat berbahagia ini,” ucapnya dihadapan para wisudawan dan wisudawati, Rabu(15/12/2021).

Karena itu Prof Husni berharap para orang tua dan keluarga memahami kondisi ini dan semoga pandemi ini segera berakhir sehingga acara wisuda kita bisa laksanakan seperti biasa.

Pada kesempatan tersebut juga disampaikan kepada para wisudawan bahwa dunia saat ini mengalami era disrupsi yaitu sebuah era di mana terjadinya inovasi dan perubahan secara besar-besaran dan secara mendasar atau fundemental mengubah semua sistem, tatanan dan yang ada beralih kepada cara-cara baru.

“Perubahan tersebut terjadi hampir pada semua sektor termasuk sektor pendidikan,” ungkap Profesor bidang ilmu hukum ini.

Hal ini lanjutnya karena era disrupsi ini benar-benar sedang terjadi karena semua bidang saat ini beralih menggunakan inovasi teknologi dan digitalisasi.

Seperti dilihat bagaimana perkembangan perusahaan stratup dan market digital seperti Go-Jek, Grab, Sophee, Bukalapak, Tokopedia, Treveloka, dan Financial Teknologi (Fintec) telah mampu menggeser bisnis konvensional bersekala besar dalam waktu singkat. Tidak heran beberapa perusahaan besar harus gulung tikar karena tidak bisa beradaptasi dengan perubahan yang disruptif ini lebih-lebih pada masa pandemi Covid-19.

“Dalam dunia pendidikan, dirupsi teknologi menuntut perguruan tinggi untuk menyesuaikan kurikulum sesuai kebutuhan zamannya. Membuat penguasaan ilmu tidak lagi linier, bukan hanya multi, atau interdisiplin ilmu, tetapi transdispilin bidang dan ilmu. Selain itu, perguruan tinggi harus menghasilkan SDM bertalenta salah satunya dalam bidang teknologi. Sifat dari SDM bertalenta adalah siap mendisrupsi dan mampu mendisrupsi. Bukan beradaptasi dengan disrupsi melainkan menjadi pemimpin dengan kemampuan mendisrupsi,” paparnya.

Adapun strategi menghadapi disrupsi seperti berjalan di atas api,selain perlunya memiliki kemampuan bergerak dengan cepat, juga perlu menjaga keseimbangan dalam berjalan menapakinya (agile) agar tidak jatuh dan terbakar. Begitulah gambaran era ini, mereka yang bisa menyesuaikan akan bisa bertahan (survive) namun sebaliknya bagi yang tidak bisa akan tergerus dan terpinggirkan.

Karena itu ditambahkannya untuk menghadapi era disrupsi ini, pembentukan hard skill pada proses pengajaran di perguruan tinggi dengan mengintegrasikan penggunaan teknologi agar tercipta daya saing dan inovasi mutlak diperlukan.

Karena itu, dalam rangka mempersiapkan lulusan UNRAM yang mampu bersaing di era disrupsi, UNRAM telah membentuk inkubator bisnis dan inovasi (Kubinov) sebagai wadah untuk mencetak startup-startup yang mampu bersaing di pasar global dan hilirisaisi hasil riset Dosen dan mahasiswa Unram.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Back to top button