Peristiwa Dan Kriminal

BNNP NTB berhasil tangkap 2 tersangka DPO Narkoba salah satu diamankan saat asyik karaoke

GETNEWS – Badan Nasional Narkotika Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) dengan gerak cepat berhasil menangkap (DPO) atau buronan narkoba jenis sabu dengan berat bruto 533,66 gram setelah adanya informasi dari masyarakat tentang keberadaan pelaku.

Diungkapkan dalam Jumpa Pers yang diadakan di kantor BNNP Provinsi NTB di Jalan Lingkar Selatan Kecamatan Sekarbela pada hari Rabu Tanggal 22 Desember 2021, bahwa para pelaku yang diamankan pada hari Senin tanggal 13 Desember 2021 tersebut salah satunya adalah R (38) asal Desa Lekor, Kecamatan Janapria Kabuoaten Lombok Tengah ditangkap pada saat berada diruang karaoke disebuah Cafe dan Homestay di wilayah Suranadi Kabupaten Lombok Barat.

Penangkapan R setelah dilakukan penggeledahan ditubuh tersangka beserta kendaraan yang digunakan oleh tim BNNP. Juga saat dilakukan tes urine terhadap tersangka, dimana hasil tes tersangka positif yang mengandung narkotika jenis Methampetamin. R kemudian langsung dibawa kekantor BNNP NTB untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.

BNNP NTB melalui bidang pemberantasan juga telah berhasil mengungkap dan menggagalkan peredaran gelap narkotika jenis sabu diwilayah provinsi NTB pada hari Rabu tanggal 20 Desember 2021, sekitar pukul 14.00 Wita di Terminal Kedatangan Domestik Bandara Udara Internasional Zainuddin Abdul Majid Jalan Bypass Bil Tanak Awu, Pujut, Kabupaten Lombok Tengah Nusa Tenggara Barat.

Adapun tersangka yang berhasil diamankan, berinisial H (39) kelahiran Gebang, Asal Perum Beugenvil Blok I No. 57 Medan Krio,Sunggal, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara. Dari tersangaka inisial H tersebut dudapat barang bukti yang dimiliki dengan berat bruto 230 gram, diduga narkotika golongan I jenis Methampetamin.

Barang bukti yang ditemukan dengan perincian sebagai berikut yaitu : 1 bungkus plastik bening yang berisikan kristal putih diduga narkotika jenis methampetamin jenis shabu dengan berat bruto masing-masing keseluruhan 40 gram,60 gram, 130 gram beserta dua unit Hp dan uang sejumlah 2.100.000.

Akibat perbuatan kedua pelaku diperasangkakan dengan Pasal 114 Ayat 2 atau Pasal 112 Ayat 2 UU RI No. 35 Tahun 2009, tentang Narkotika maksimal hukuman mati dan minimal hukuman penjara selama 6 tahun beserta denda maksimal 10 Milyar dan minimal 1 milyar. Kemudian saat ini kedua pelaku bersama barang bukti di BNNP Provinsi Nusa Tenggara Barat.

Dikatakan dalam jumpa Pers, bahwa walaupun saat ini semua sedang konsentrasi dengan penyebarab virus Covid-19, namun pihak BNN tetap melakukan pengawasan dengan peredaran gelap Narkotika.

Diingatkan juga kepada semua warga masyarakat agar tetap meningkatkan kewaspadaan, mengawasi penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika di lingkungan masing-masing.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Back to top button