Nusa Tenggara Barat

Apes! Hendak Melakukan Pengeboban Ikan, SAD Ditangkap Polairud NTB

GETNEWS – Apes, seorang nelayan berinisial SAD asal Lombok Timur yang hendak menangkap ikan menggunakan bom akhirnya berhasil ditangkap Personel Kapal Polisi MURAI-4018 Korpolairud Baharkam Polri bersama Personel Kapal Polisi 1002-XXI Dit Polairud Polda NTB beberapa waktu lalu.

Kabid Humas Polda NTB Kombes Pol Artanto SIK M.Si bersama Direktur Polisi Air dan Udara (Dit Polairud) Polda NTB pada kegiatan Konferensi Pers di Kantor Penghubung Direktorat Polairud Polda NTB, Kamis (13/1/2022), mengungkapkan, terduga SAD ditangkap saat Personel Kapal Polisi MURAI-4018 Korpolairud Baharkam Polri bersama Personel Kapal Polisi 1002-XXI Dit Polairud Polda NTB melakukan patroli di sekitar Perairan Gili Lawang Pulau Sulat Kabupaten Lombok Timur pada koordinat 08°20’12”S dan 116°44’32″E beberapa waktu lalu.

“Satu orang nelayan inisal SAD berhasil diamankan, namun dua rekannya berhasil lolos,” jelasnya.

Artanto menjelaskan, satu Bom Ikan yang dipakai nelayan tersebut, mempunyai kekuatan hingga 15 meter ke setiap sudutnya.

“Tindakan (pengeboman) ini tidak benar karena bertentangan dengan undang-undang yang berlaku,” ungkapnya.

Artanto mengimbau agar para nelayan tidak melakukan penangkapan ikan menggunakan bom karena dapat merusak kelestarian alam bawah laut seperti terumbu karang, dan juga hal itu tidak dibenarkan secara hukum sehingga merugikan banyak orang dan juga nelayan itu sendiri.

“Kami harap hal seperti ini tidak terjadi lagi di NTB, karena hukumannya berat, yakni penjara dan denda,” tandasnya.

Sementara Dir Polairud Polda NTB sendiri berkomitmen untuk terus melakukan pencegahan terhadap peristiwa serupa. Pihaknya akan terus mengimbau masyarakat agar tidak mrnangkap ikan dengan cara illegal atau melanggar hukum.

Pihaknya juga akan terus melakukan himbauan kepada masyarakat untuk tidak menangkap ikan dengan cara ilegal atau melanggar hukum. Selain itu patroli juga akan terus ditingkatkan.

“Kita akan terus melakukan pencegahan secara preventif agar warga sadar bahwa hal seperti ini melanggar hukum,” kata Dir Polairud Polda NTB Kombes Pol Kobul.

Adapun barang bukti yang berhasil ramnkan berupa 3 (tiga) buah bom ikan rakitan dimana masing-masing rakitan terdiri dari 1 (satu) botol kecap dan 1(satu) botol air mineral 1,5 liter, kemudian 1 (satu) unit perahu motor tanpa nama, 2 (dua) Mesin Ketinting C ukuran 6 PK.

Terduga SAD kini diamankan Polairud Polda NTB. Dia terancam dijerat dengan Pasal 1 ayat (1) UU Darurat RI No. 12 tahun 1951 dan/atau Pasal 84 ayat (1) Jo. Pasal 8 ayat (1) Undang-Undang RI Nomor 31 Tahun 2004 tentang Perikanan sebagaimana telah diubah dengan UU RI No. 45 Tahun 2009, dengan hukuman penjara seumur hidup atau paling lama dua puluh tahun penjara.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button