Pulau SumbawaTeritorial

Babinsa Menala mediasi pihak Pesantren Kalimati dengan orang tua anak-anak yang merusak fasilitas pesantren

GETNEWS – Pasca kejadian pengrusakan fasilitas yang merusak papan nama pondok pesantren Kalimati dan memalak anak-anak santri
Pesantren Sunan Kalimati beberapa waktu lalu oleh oknum anak-anak yang duduk dibangku SD dan SMP.

Pihak pesantren pun akhirnya meminta bantuan kepada aparat Kelurahan termasuk Babinsa dan bhabinkamtibmas untuk memediasi dengan pihak orang tua anak-anak untuk mencari solusi untuk menghindari terjadi kembali hal serupa akibat kenakalan remaja

Hal tersebut disampaikan Danramil 1628-01/Taliwang Kapten Inf Bambang dalam keterangan tertulis setelah mendapat laporan dari Babinsa kelurahan menala rabu 18/5/2022 di Taliwang Sumbawa Barat

Danramil mengungkapkan bahwa sejak adanya laporan dari pihak pesantren Babinsa Kelurahan Menala Serka Zulkiefli turun kelokasi untuk mencari duduk permasalahan berkoordinasi dengan pihak pesantren, Lurah, babinkamtibmas.

“Setelah mendapat informasi terkait kejadian pengrusakan Babinsa bersama aparat Kelurahan lain mendatangi anak-anak yang melakukan pengrusakan untuk ditanyakan langsung namun namanya anak-anak mereka saling menyalahakan berusaha mengelak, tetapi karena pendekatan Babinsa merekapun akhirnya mengakui apa yang mereka lakukan itu salah walau dengan alasan sekedar iseng,” jelas Danramil.

Karena dari pihak Pesantren juga memiliki niat baik untuk melakukan pembinaan berharap kepada aparat kelurahan dan Babinsa menala untuk dapat memediasi baik dengan anak-anak maupun orang tua mereka dengan maksud mengkomunikasikan kepada para orang tua agar dapat saling mengawasi melalukan pembinaan kepada anak-anak tersebut.

“Agar sejak dini mereka dapat dibina untuk tidak melakukan hal-hal kurang positif yang kalau tidak ada kepedulian bersama dapat mengarah kepada sikap perilaku yang kurang baik dimasa depan,” lanjutnya.

Mediasi kedua belah pihak dilakukan di Pesantren Kalimati, pertemuan tersebut dari pihak keluarga meminta maaf kepada pihak pesantren akan apa yang dilakukan anak-anaknya dan sepakat sebagai bentuk pembinaan anak-anak tersebut akan ikut belajar dipesantren Sunan Kalimati.

“Kesepakatan itu sebagai upaya dan niat baik para orang tua agar kemudian hari anak-anak mereka tidak mengulang hal serupa baik dipesantren maupun ditempat lain karena dapat merugikan anak-anak sendiri karena berpengaruh kepala sikap yang kurang terpuji untuk itu butuh kepedulian bersama,” ungkap Danramil.

Adapun hasil mesiasi antara lain : Pihak orang tua pelaku meminta maaf atas kelakuan anak-anaknya.

Sedangkan pihak Pondok memaafkan pihak orang tua pelaku dengan syarat selalu memantau kegiatan anak-anaknya di luar rumah dan mengganti rugi kerusakan atau anak-anak tersebut masuk pondok.

“Kesepakatannya, para orang tua menyetujui anaknya masuk pondok, dan pihak pondok pun menyetujui sehingga keduanya mencapai kata sepakat,” jelasnya.

Adapun yang hadir dalam mediasi tersebut, Babinsa, Seklur Menala, Pimpinan Pondok Kalimati, Orang Tua pelaku dan wali murid, Pelaku yang berjumlah 5 orang.

pen.kodim1628sb

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Back to top button