GEMILANGNusa Tenggara Barat

Kabupaten Sumbawa Kirim 2000 Ton Komoditi Unggulan Jagung Pipilan

Sumbawa, NTB – Sebanyak 2000 ton jagung pipilan yang merupakan komoditi unggulan daerah Kabupaten Sumbawa, dikirim keluar daerah secara bertahap. Untuk tahap pertama pengiriman dilakukan pada Kamis 23 Juni 2022 ini mencapai 230 ton.

Pelepasan perdana muatan balik tol laut T-18 dari Pelabuhan Badas menuju Tanjung Perak Surabaya ini, dilakukan secara resmi oleh Bupati Sumbawa diwakili Kadis KUKM Indag, Riki Trisnadi, SE., M.Si.

Hadir dalam kesempatan itu Direktur CV Layan Tani, Hendra Gunawan selaku supplier, General Manager (GM) PT Pelindo, Tri Sugiatmo dan Dedi Sapriadi SAP selau Staf Lalulintas Angkutan Laut Pelabuhan Badas.

“Kami tegaskan juga kepada pengusaha-pengusaha kita yang lain untuk memanfaatkan keberadaan Tol Laut trayek T-18 ini, terutama untuk muatan balik. Tidak ada yang ribet, pengurusannya mudah,” ujarnya.

Kabid Perdagangan Dinas KUMK Indag Sumbawa, Iwan Setiawan, SP., M.Si., selaku Tim Nasional Gerai Maritim menambahkan bahwa pelepasan perdana perdagangan antar pulau ini sudah disertifikasi oleh Badan Karantina Pertanian dengan diterbitkan Surat Kesehatan Tumbuhan Antar Area.

“Peluang usaha masih lebar. Kami akan fasilitasi bagi teman-teman pengusaha untuk menjadi supplier. Harapan kami, kerjasama berbagai stakeholders ini terus kita tingkatkan untuk kemajuan daerah kita menuju Sumbawa Gemilang yang Berkeadaban,” ungkapnya.

GM Pelindo, Tri Sugiatmo sangat mendukung pengiriman komoditi melalui Tol Laut T-18 ini. Sebagai bentuk dukungan, pihaknya akan memberikan stimulus bagi pengiriman menggunakan peti kemas sebesar 55% yaitu di lokasi pengiriman 25% dan lokasi bongkaran 30%.

“Silakan manfaatkan peluang ini, kami akan berikan stimulus,” katanya.

“Hari ini secara resmi dari Port Badas kita melepas perdagangan antar pulau 230 ton jagung pipilan dengan memanfaatkan Tol Laut T-18. Port sandar di Tanjung Perak Surabaya, yang selanjutnya diangkut ke pabrik di Malang,” jelas Kadis UMKM Indag, Riki Trisnadi.

Menurut Riki, pemanfaatan muatan balik Tol Laut ini menjadi strategis untuk menggerakkan ekonomi masyarakat, terutama petani jagung daerah ini. Selain itu sebagai salah satu bentuk hadirnya pemerintah daerah, memfasilitasi perdagangan antar pulau, di samping kepedulian pengusaha lokal yang ikut berkontribusi menyerap jagung petani dengan harga di atas rata-rata saat ini, yaitu Rp 4.400/kg.

Dikatakan Riki, Tol Laut T-18 ini menggunakan Kapal Semangat Mas milik Temas Line sebagai operator. Jagung pipilan diangkut menggunakan 10 container menuju pabrik di Jawa Timur sebagai pihak penerima yang nantinya akan dimanfaatkan sebagai bahan baku olahan pangan. ()

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button