NEWS

Pidato Kenegaraan 2022 : Fundamental ekonomi Indonesia sangat baik

GETNEWS – Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan, fundamental ekonomi Indonesia sangat baik di tengah perekonomian global yang bergejolak. Indikasinya, perekonomian dalam negeri berhasil tumbuh positif mencapai 5,44 persen pada kuartal II 2022.

“Capaian tersebut patut kita syukuri, karena membuktikan fundamental ekonomi Indonesia tetap sangat baik,” kata Presiden Jokowi dalam pidato kenegaraan 2022 saat Sidang Tahunan Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indoensia (MPR RI) dan Sidang Bersama Dewan Perwakilan Rakyat (DPR RI) serta Dewan Perwakilan Daerah (DPD RI), menyambut Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke-77, di Senayan, Jakarta pada Selasa (16/8/2022).

Presiden menjelaskan, sejumlah faktor fundamental dalam mendukung perekonomian yang semakin baik antara lain, Indonesia mampu mengendalikan inflasi di kisaran 4,9 persen. Pencapaian itu masuk dalam ketagori baik, bila dibandingkan kondisi inflasi pada negara-negara di Asia Tenggara (ASEAN).

Kategori baik itu juga dicapai, karena inflasi di dalam negeri masih berada jauh di bawah negara-negara maju yang mengalami inflasi hingga kisaran 9 persen.

“Angka itu jauh di bawah rata-rata inflasi ASEAN yang berada di sekitar 7 persen. Bahkan di bawah inflasi negara-negara maju yang mencapai sekitar 9 persen,” kata Presiden.

Faktor yang membuat fundamental ekonomi Indonesia baik juga didukung oleh anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN) yang mengalami surplus hingga mencapai Rp106 triliiun. Atas pencapaian tersebut, pemerintah mampu memberikan subsidi bahan bakar minyak (BBM), gas, dan listrik senilai Rp502 triliun.

Tujuannya, harga komoditas-komoditas tersebut dapat ditekan secara optimal agar tidak melambung tinggi. Sehingga, masyarakat tidak terbebani dan pemicu inflasi bisa ditekan.

Menurut Kepala Negara, hilirisasi manufaktur juga berkontribusi dalam mendukung hal tersebut, karena terus tumbuh pesat. Hasilnya, pertumbuhan perekonomian dalam negeri terus tumbuh pesat secara merata di seluruh wilayah mencapai 52 persen.

Presiden mencontohkan, dari hilirisasi satu sumber daya alam telah berhasil meningkatkan ekspor besi baja menjadi 18 kali lipat. Dari sebelumnya pada 2014 hanya berkisar antara Rp16 triliun. Kini pada 2021, meningkat menjadi Rp306 triliun. Besar harapannya, pada 2022 akan mencapai Rp440 triliun.

“Ekonomi kita bukan hanya tumbuh pesat, tetapi juga tumbuh merata, menuju pembangunan Indonesia Sentris,” kata Presiden.

InfoPublik/Foto: Tangkapan Layar Kanal Youtube Setpres/TV Parlemen 

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Back to top button