GET MORE

Menakar Potensi Pariwisata Si ‘Nyonya Tua’ Senggigi

SENGGIGI. Wilayah yang berada dipesisir utara Lombok Barat dan diapit oleh perpaduan pantai serta keindahan perbukitan yang menghadap ke keindahan Gunung Agung di Bali.  Tengah bersolek kembali setelah lama tertidur bahkan mati suri.  Kalah pamor oleh Mandalika di Lombok Tengah, Senggigi yang sempat menjadi ikon pariwisata di Pulau Lombok dan bahkan NTB di era 80-90-an itu, kini mulai berbenah dengan sejumlah agenda pariwisata yang diharapkan mampu mengulang lagi masa-masa kejayaannya.

Di masa kepemimpinan Bupati Fauzan Khalid, sejumlah event besar dibuat.  Dari event musik bertaraf Internasional hingga event budaya terus digeber untuk membangkitkan lagi Senggigi.  Dua periode menjabat, Fauzan membuktikan keseriusannya dalam usaha menata ulang dunia pariwisata Lombok Barat terlebih setelah ditimpa Gempa pada Juli 2018 dan wabah COVID-19 praktis segala daya upaya Sang Bupati menemui jalan buntu.  Dan Senggigi-pun makin terbengkalai. Sejumlah besar pelaku usaha pariwisata mengangkat bendera putih, hotel-hotel berbintang tutup teratur dan para pemilik mulai meninggalkan Senggigi.  

Dan saat ini, promosi pariwisata sang Bupati kembali dilakukan, event Senggigi Cycling Day yang diadakan setiap minggu dan sudah memasuki minggu ke-3 pelaksanaan diharapkan mampu (setidaknya) meramaikan lagi Sengigi dan menggerakkan berbagai sektor khususnya sektor ekonomi. “SCD ini adalah bentuk kolaborasi dan kerjasama yang masif dari berbagai pihak untuk meramaikan kembali kawasan Wisata Senggigi, dengan ramainya kunjungan wisata tentu akan menggerakan berbagai sektor utamanya sektor ekonomi,” ungkapnya saat memimpin Rapat finalisasi Senggigi Cycling Day 3 yang dilaksanakan di Ruang Rapat Jayengrana Kantor Bupati Lombok Barat pada hari Jumat (2/9/2022).

Dalam rapat tersebut, Bupati Fauzan juga menyampaikan pentingnya keterlibatan dan kebersamaan berbagai pihak dalam kegiatan-kegiatan untuk membangkitkan kembali pariwisata di Lombok Barat.  Menurut dia, keterlibatan semua pihak akan menjadi kekuatan bagi bangkitnya pariwisata Lombok Barat, khususnya kawasan wisata senggigi. 

Keseriusan Lombok Barat dalam memaksimalkan potensi pariwisatanya terungkap dari pernyataan Bupati dua periode ini yang mengatakan bahwa Pemerintah Kabupaten Lombok Barat saat ini sudah mulai kembali meningkatkan aktifitas pariwisata Kabupaten Lombok Barat yang akan dipusatkan di Senggigi.

“Pada tahun ini direncanakan ada tiga event lagi yang akan diadakan di Senggigi, bahkan pada tahun depan akan lebih banyak lagi event yang akan diadakan di Senggigi,” ujarnya.

GINCU UNTUK SI NYONYA TUA

Wilayah Senggigi adalah merupakan area resort pertama dan paling terkenal di Pulau Lombok. Memiliki pantai dengan ciri khas pasir putih dan garis pantai yang panjang membuatnya semakin seksi. Terletak di sebelah utara Kota Mataram dengan Jarak 10 km atau sekitar 10 menit perjalanan. Senggigi menawarkan pantai laguna dengan panorama alam perbukitan yang mengelilinginya. 

Tak heran pada akhirnya Senggigi-pun kerap digunakan sebagai tempat melaksanakan event – event budaya seperti festival senggigi dan konser musik seperti Senggigi Sunset Jazz yang saat ini telah dilaksanakan 2 kali dan direncanakan pada 5-6 Oktober 2022 ini akan digelar kembali.  Menghadirkan musisi-musisi nasional seperti Raisa, Tompi, Katon Bagaskara, TULUS, Fariz RM, Ruth Sahanaya, Vina Panduwinata, Reza ARTAMEVIA, Pamungkas dan masih banyak lagi artis nasional maupun daerah yang pernah dan akan mengisi event yang digadang-gadang sebagai event Jazz Pantai terbesar di Indonesia.

Event Senggigi Cycling Day yang diadakan oleh Pemerintah Kabupaten Lombok Barat ibarat sebuah sapuan Gincu (Lipstik) ke bibir keriput Senggigi. Dan Fashion Week adalah salah satu sapuan bedak ke wajah tua-nya yang merupakan rangkaian dari event Senggigi Cycling Day yang mencoba menggugah lagi semangat si nyonya tua untuk bisa tampil lebih menarik, muda dan cantik. 

Dalam sambutannya Bupati Lombok Barat H. Fauzan Khalid mengatakan bahwa kegiatan ini dihajatkan untuk meramaikan kawasan wisata senggigi. Menurutnya Kegiatan ini dapat diikuti oleh semua masyarakat dan wisatawan. Bupati Fauzan berharap agar kegiatan ini dapat menghidupkan dan menggerakkan sektor ekonomi masyarakat. “Tentu kita semua berharap agar senggigi kembali ramai. Karenanya melalui kegiatan ini wisatawan yang gemar bersepeda dan olahraga dapat datang ke senggigi untuk berwisata sambil olahraga” ujarnya.

Sementara Senggigi Fashion Week yang diinisiasi Dekranasda Lombok Barat diharapkan mampu menunjukkan wajah Senggigi yang baru.  Walau diadakan secara mendadak, ungkap ketua Dekranasda Lobar Hj. Khaeratun Fauzan Khalid.  Namun diharapkan tetap bisa menyampaikan maksud dan tujuannya, yaitu memperkenalkan kepada masyarakat dan wisatawan yang hadir salah satu hasil kerajinan Lombok Barat yaitu kain tenun ikat.

“Kain tenun ini diharapkan dapat juga digunakan oleh anak-anak muda di Lombok Barat sehingga dapat lebih dikenal lagi. Selain itu, kami juga mengadakan kegiatan untuk membantu mempromosikan UMKM pengrajin kain tenun yang ada di Lombok Barat,” jelasnya. 

Dekranasda Lobar bersama organisasi-organisasi lainnya berencana akan kembali bekerjasama untuk membuat event ini menjadi event rutin yang akan diadakan setiap tiga bulan sekali. 

Sementara itu pelaku pariwisata senggigi yang juga GM Merumatta Hotel Fahrurrozi mengatakan bahwa pihaknya mendukung penuh kegiatan SCD ini. Hal ini karena kegitan ini, selain dapat meramaikan kawasan wisata senggigi juga memberikan dampak ekonomi yang sangat baik di kawasan wisata senggigi. Ia mengatakan bahwa kegiatan ini tentu dapat membangkitkan optimisme pelaku wisata terhadap kawasan wisata senggigi. Dengan even even seperti ini, ia merasakan ekonomi di kawasan wisata senggigi mulai bergerak. “Kami memberikan dukungan terhadap even even Pemda dalam upaya membangkitkan kawasan Senggigi. Tentu dengan even even ini kami berharap pariwisata bangkit kembali dan ekonomi masyarakat bergerak” ujarnya.

Dilain pihak pelaku UMKM dan Pedagang kecil yang menggelar dagangan di Bazar UMKM Lombok Barat juga sangat mengapresiasi even Senggigi Cycling Day. Seperti yang disampaikan oleh Hj Nuraida owner Pawon Pengsong bahwa kegiatan ini memberikan semangat dan optimisme terhadap bangkitnya pariwisata senggigi. Ia mengatakan bahwa bangkitnya pariwisata senggigi tentu akan memberikan dampak signifikan bagi pelaku UMKM dan Pedagang Kecil. Ia sangat berharap agar Pemerintah Daerah terus menggelar even even seperti ini agar Pariwisata bangkit dan UMKM Lombok Barat bergerak dengan cepat. “Kami berterima kasih pada Pemerintah Daerah dan berbagai pihak atas even even seperti ini, tentu ini memberikan UMKM dan Pedagang kecil kesempatan untuk terus maju dan berkembang. Melalui even ini kami rasakan dan optimis pariwisata bangkit kembali,” ujarnya.

“Kami harapkan kegiatan ini tetap digelar agar menggerakan ekonomi masyarakat dan membangkitkan pariwisata.” harapnya.

“Melihat Sunset dari Pantai di Senggigi dengan latar Gunung Agung di Bali dan alunan musik jazz yang dibawakan langsung oleh para penyanyinya adalah sesuatu yang unik, luar biasa dan mewah,” ungkap Haekal salah seorang fotographer asal Kota Ampenan yang aktif dan fokus pada fotografi konser musik mengungkapkan tentang ketertarikannya dengan Senggigi.

Semoga make up si nyonya tua Senggigi dilakukan oleh ahlinya agar wajah tua-nya tidak makin kusut, belepotan, bahkan menor dan norak agar semua niatan dan hajat untuk menjadikan Senggigi kembali menarik bahkan seksi bisa terwujud dan pesonanya kembali mendunia.

M Hero Firmansyah

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button