Pulau Sumbawa

Universitas Samawa Usulkan Boal Jadi Desa Budaya

Sumbawa Besar – Mahasiswa Kelompok 6 Kuliah Kerja Lapangan (KKL) Tematik Universitas Sumbawa (UNSA) mengusulkan Desa Boal, Kecamatan Empang menjadi Desa Budaya.

Sebagaimana dijelaskan oleh Pembimbing KKL Tematik Kelompok 6 Desa Boal, Jhon Kenedy, S.Pd., M.Pd., bahwa sesuai dengan lima tema salah satunya adalah menjadikan Boal sebagai Desa Budaya.

Pihaknya ingin mengangkat kebudayaan masyarakat setempat yang hingga saat ini masih terus dilaksanakan, seperti Nimung Rame, Sorong Barang, dan Mangan Roa.

Sebagai langkah nyata yang telah dilakukan dalam mewujudkan keinginan menjadikan Boal sebagai Desa Budaya, pihaknya telah membangun koordinasi dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Sumbawa melalui Bidang Kebudayaan untuk menyampaikan usulan ini ke Kementarian terkait.

Selain itu, untuk mendukung program ini, pihaknya telah membuat sinopsis dan narasi dari budaya setempat untuk dipatenkan.

Kita dalam hal ini ingin mengangkat itu menjadi Desa Budaya. Langkah kongkrit kita sudah menyusun sinopsis diskripsikan untuk kita patenkan dan kita sudah koordinasi dengan pihak terkait dalam hal ini Kabid Kebudayaan untuk kita masukan menjadi salah satu Desa Budaya oleh kementerian,” jelasnya.

Pada kesempatan yang sama, Wakil Rektor (Warek) III UNSA Dr. Syafruddin, SE., ME., mengatakan, program ini tidak hanya sebatas pada KKL saja, tetapi kampus akan langsung menindaklanjuti dalam bentuk penandatanganan MoU antara UNSA dengan Kepala Desa Boal dalam rangka mengembangan Desa Budaya.

Baca juga : ‘Nimung Rame’ Tradisi Yang Terus Dipertahankan Oleh Warga Desa Boal

“Di Boal ini para peserta KKL mencoba mengemas budaya lokal untuk menjadi desa budaya dan ini punya nilai sosial, ekonomi yang harus dikemas lebih rapi lagi. Makanya UNSA ke depan ingin membangun MoU dengan Desa Boal untuk dijadikan ini sebagai even yang punya nilai sosial dan ekonomi bila perlu ada kalender budayanya supaya orang-orang bisa datang sesuai jadwal yang telah ditetapkan. Ini harapkan kita sehingga ini berkembang menjadi potensi persatuan masyarakat lebih akrab, produktif, itu harapan kita,” pungkasnya.

Program ini disambut baik oleh Andi Azis Budayawa setempat. Menurutnya, Desa Boal memiki modal besar untuk menjadi Desa Budaya.

“Atas saran dan pandangan KKL UNSA pada kami untuk menjadikan Desa Nudaya menjadi tolak ukur desa di Kecamatan Empang. Karena modal untuk Boal mejadi Desa Budaya sangat banyak tidak diragukan lagi. Sebentar lagi kami akan coba memperagakan dalam launching budaya pada malam jumat akan kami tampilkan semua untuk menuju Desa Budaya,” pungkasnya. ()

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button