NEWS

REGSOSEK 2022, BPS Sebar 9.129 Petugas Validasi Data Penduduk

GETNEWS – Badan Pusat Statistik (BPS) akan melaksanakan kegiatan Registrasi Sosial Ekonomi (REGSOSEK) 2022 pada pertengahan Oktober tahun ini. Sekitar 9.129 petugas lapangan akan disebarkan untuk melakukan pendataan secara sensus kepada masyarakat di seluruh kabupaten dan Kota di NTB.

Kepala BPS NTB Wahyudin mengungkapkan, petugas lapangan yang dibutuhkan untuk REGSOSEK 2022 ini yaitu Petugas Pemeriksa Lapangan (PML) dan Petugas Pendataan Lapangan (PPL). Dengan REGSOSEK 2022 diharapkan data penduduk miskin ekstrem dapat terlihat by name by address. Sehingga setiap program bantuan pemerintah tepat sasaran.

REGSOSEK mulai dilakukan pada 15 Oktober-14 November 2022. Durasi ini sudah cukup untuk mendata semua penduduk di setiap desa. Apalagi satu orang (petugas) mendata sebanyak 250 rumah tangga dimasing-masing desa,” ungkap Wahyudin usai menggelar Rakorda REGSOSEK 2022 di Lombok Tengah, Kamis (15/9/2022).

Wahyudin menjelaskan, proses pendataan penduduk ini melibatkan semua elemen sampai ke tingkat desa. Dimana pendataan mencakup seluruh profil dan kondisi sosial ekonomi masyarakat. Mulai dari pendidikan, kesehatan hingga perumahannya. Termasuk juga pekerjaan mereka.

“Nanti semua didata melalui sebuah quisioner yang berjumlah 53 pertanyaan. Jadi bisa dilihat kriteria kesejahteraan penduduk mulai dari rangking satu sampai seterusnya,” kata Wahyudin.

Dalam proses pendataan akan dilakukan pengawalan dengan menerjunkan aparat kepolisian hingga pemerintah daerah untuk memastikan proses pendataan
benar-benar real sesuai kondisi masyarakat di lapangan.

Dengan adanya REGSOSEK 2022 ini maka data-data yang diolah terjamin ketepatannya. Apabila ada oknum petugas yang bermain, maka akan terlihat dalam proses pengawasan. Terlebih dalam proses pendataan di lapangan harus ada bukti foto atau geotagging pada setiap rumah tangga yang didata para petugas.

“Nanti melalui geotagging dan foto kita coba telusuri benar tidak yang sudah dilaksanakan. Jadi ada croscek ulang,” bebernya.

Hasil REGSOSEK ini, diyakini dapat menyajikan perangkingan kesejahteraan penduduk. Mulai dari terbawah hingga teratas. Setelah itu, diadakan forum komunikasi daerah mulai dari tingkat desa untuk penentuan kriteria-kriteria penduduk yang berada dalam desa tersebut. “Dalam forum tersebut ditampilkan semua jenis kesejahteraan penduduk dimasing-masing desa,” tandasnya.

Inspektur Wilayah II BPS RI Endang Tri Wahyuningsih dalam pemaparannya mengatakan, pendataan awal Registrasi Sosial Ekonomi adalah satu data program perlindungan sosial dan pemberdayaan masyarakat.

“Bapak Presiden RI Joko Widodo juga menekankan, reformasi program perlindungan sosial diarahkan pada perbaikan basis data penerima melalui pembangunan data REGSOSEK serta percepatan penghapusan kemiskinan ekstrem,” katanya.

Endang menyebutkan, ada tiga visi besar dalam sistem REGSOSEK 2022 ini. Pertama, Regsosek terintegrasi dengan berbagai jenis data dan dapat dimutakhirkan oleh berbagai pihak untuk mewujudkan satu data Indonesia.

Kedua, mengintegrasikan sistem informasi dari program eksisting untuk memberikan gambaran lengkap penerima manfaat. Ketiga, pemetaan terpusat agar penyaluran program memenuhi prinsip tepat sasaran, waktu, jumlah, harga, kualitas dan administrasi.

“Regsosek adalah sistem dan basis data seluruh penduduk yang terdiri atas profil, kondisi sosial, ekonomi dan tingkat kesejahteraan yang terhubung dengan data induk kependudukan serta basis data lainnya hingga tingkat desa/kelurahan,” kata Endang yang juga mantan Kepala BPS NTB ini.

Pendataan REGSOSEK 2022 ini menyasar 100 persen penduduk/keluarga pada 514 kabupaten/kota. Pendataan awal REGSOSEK menggunakan pendekatan kekeluargaan dengan memperhatikan domisili semua anggota keluarga yang tercantum pada Kartu Keluarga (KK).

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button